Sore adalah waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi. Saat panas matahari tidak lagi menyengat, dan nuansa kekuningan matahari terbenam, saat itulah betapa kopi adalah sebuah simbol penyambut malam. Seperti saya sore ini, yang sedang berlibur nostalgia ke Jogja dan ingin menghabiskan sore bersama segelas kopi. Tempat yang saya pilih kali ini adalah Kopitiam Oey yang berada di jalan Wolter Monginsidi, atas rekomendasi dari teman saya yang bekerja di sana. pertama kali diberitahu dimana tempat ini berada, saya begitu excited  karena daerah ini adalah kawasan cagar budaya Jogjakarta, dimana bangunan lama dipertahankan, dan tidak boleh dipugar sedikitpun, dan saya sangat suka sekali dengan bangunan rumah yang bergaya art deco peninggalan jaman Belanda. Begitu sampai,saya seperti merasakan wujud nyata dari impian saya tentang rumah masa depan saya, bangunan rumah Belanda tempo dulu, halaman belakang yang luas untuk beramah-tamah bersama teman, ah semoga terwujud..(amiin).




Saya memesan salah satu menu kopi andalan ditempat ini, konon, kopi ini adalah salah satu warisan menu kopi turun temurun di kalangan indocina. Sesuai darimana resep kopi ini berasal, menu kopi ini diberi nama Indotjina kopi soesoe.. ditulis dengan ejaan lama, agar orang tau, kalau menu ini ada sejak dulu. penyajian kopi ini sangatlah unik, kopi dan susu cream ada dalam gelas yang sama, tapi terlihat sekali batas pisah anara kopi dan cream. Uniknya lagi, kopi ini memakai saringan kopi tempo dulu,seperti kita menikmati kopi Vietnam. Membuat kita harus bersabar menunggu sampai kopi tersaring sempurna dan air dalam saringan itu habis.

      Karena ingin merasakan pahitnya kopi ini sebelum tercampur cream, saya mencicipi sedikit dengan menggunakan sendok kecil, sesapan pertama yang nikmat saat menikmati kopi ini dengan kepahitan asli kopi Indonesia. Memesan kopi susu ini , juga diberikan segelas es batu, jika ingin menikmatinya dingin. Saya memilih tetap menikmati kopi susu ini hangat, sehangat sore hari di Jogja dan pertemanan tanpa syarat yang selalu saya rasakan saat saya pulang ke kota ini. Akhirnya saya mengaduk kopi dan cream kental yang berada didasar gelas, membuat pahitnya kopi mereda, menjadi satu dalam manisnya creamer, lembut, selembut perasaan saya sore ini, di hari terakhir liburan saya di kota nostalgia ini. Pulang ke kota ini selalu membuat saya seperti merasakan perayaan kepulangan hati,jiwa dan raga.Utuh.
 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Archives

    June 2013

    Categories

    All